Puisi 1
Ibu Ibu .. kutoreh sejarah tentangmu di keakuan sanubari Disungai rasa yang penuh sajak dan do’a untukmu Ibu.. Engkau bukan sang embun pagi Tapi, sejuk bening kasihmu Menentramkan helai-helai jiwa ketika derita menyapa Tak terbilang air matamu tertumpah Hanya tuk berikan kasih terbaik untukku Begitu lembut jemarimu memeluk Menyibak tabir resah di helai rasa Ibu.. seuntai do’a dalam simpuh sujudku untukmu Agar tangan lembut tuhanpun memelukmu penuh kasih. Kasihmu yang tak terbatas Menembus relung jiwa yang dahaga Tulus bagai angin Memberi hidup bahkan pada jiwa yang mati Maafkanlah aku Ibu atas khilaf dan dosaku Aku bersimpuh di kakimu Genggamlah erat jemariku, tuntunlah aku dengan santunmu Ibu.. Biarkanlah aku mengeja makna di tiap detik yang telah terlewat bersamamu Rindukanlah aku Ibu tentang semua nakalku, semua tangisku, dan semua tawaku Serta biarkanlah aku slalu merindukan semua tentangmu Meskipun musim silih berganti Ibu.. Sajak rindu di keheningan...