Postingan

Puisi 3

POHON KELAPA Pohon Kelapa Kau bermanfaat untuk kami Karena ketulusanmu yang begitu suci Hingga dapat memberi arti pada sang jati diri Tiada yang terbuang tiada yang sia-sia Tegak, meski badai datang mendera  Tetap dalam tulus Memberi guna di setiap jengkal ruas Pohon Kelapa Dulu, kau hanya sebuah tunas Meranum dalam rapuh,  sendiri dalam sepi Namun kini kau menjadi tiang penjaga langit Yang memberi teduh ketika terik membakar Lantas? Apalagi keraguan? Pada batang menjulangmu itu Mahluk hidup kerap bersandar padamu Pohon Kelapa  Meski akar terkubur dalam lapisan bumi Bahkan, terpeluk lumpur sunyi  Tapi karna manfaatmu yang tak terbatas Akarpun teracik menjadi penawar sakit Apalagi batang? Batang yang menjadi tiang harap Dari putik Bunga yang kecilpun,  tanpa lelah berdiri menjaga mimpi  Hingga menjadi buah yang dapat berguna di sehari-hari hidupmu Pohon Kelapa...

Puisi 2

MATEMATIKA SEMESTA Karya : Renggita Agustina Jutaan pintu mimpi berserakan di jagat raya Dan hasratku ingin memiliki semua kuncinya, Dengan matimatika semesta. Ingin ku gapai semua cita Dengan kunci matematika, Akan ku gembok semua asa. Dengan kunci matematika   Akan ku buka pintu-pintu bahagia. Berbagai ulangan matematika semesta Ingin ku bisa mengepasnya Karena matematika seumpama dirimu. Amat tertarik aku padamu Di semua selak matematika semesta Berjibun kunci jawaban ingin ku cipta Gawar membancang beranjau, Ingin ku kupas semua reaksi dan solusi Dengan rumus-rumus matematika semesta. Matematika jagat raya, Penuh dengan rahasia dan problema. Jika kau pandai memahami, Pastinya kau akan mengerti. Matematika buana tak akan sulit kau selami Matematika mayapada tak akan sulit bercahaya. Ku ingin kunci-kunci jawabnya.

Puisi 1

Ibu Ibu .. kutoreh sejarah tentangmu di keakuan sanubari Disungai rasa yang penuh sajak dan do’a untukmu Ibu.. Engkau bukan sang embun pagi Tapi, sejuk bening kasihmu Menentramkan helai-helai jiwa ketika derita menyapa Tak terbilang air matamu tertumpah Hanya tuk berikan kasih terbaik untukku Begitu lembut jemarimu memeluk Menyibak tabir resah di helai rasa Ibu.. seuntai do’a dalam simpuh sujudku untukmu Agar tangan lembut tuhanpun memelukmu penuh kasih. Kasihmu yang tak terbatas Menembus relung jiwa yang dahaga Tulus bagai angin Memberi hidup bahkan pada jiwa yang mati Maafkanlah aku Ibu atas khilaf dan dosaku Aku bersimpuh di kakimu Genggamlah erat jemariku, tuntunlah aku dengan santunmu Ibu.. Biarkanlah aku mengeja makna di tiap detik yang telah terlewat bersamamu Rindukanlah aku Ibu tentang semua nakalku, semua tangisku, dan semua tawaku Serta biarkanlah aku slalu merindukan semua tentangmu Meskipun musim silih berganti Ibu.. Sajak rindu di keheningan...